Covid-19 Terus Bertambah, RSUD Mamuju akan di Tutup Total Sementara

Usai pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) ditutup selama tiga hari pasca empat orang doker terkonfirmasi positif covid 19 pada minggu lalu, rencananya RSUD Mamuju akan di tutup total hari ini, menyusul semakin banyaknya tenaga medis difasilitas kesehatan tersebut yang dipastikan tertular virus corona.

Atas konfirmasi kasus ini, Sekretaris daerah H. Suaib langsung menginstruksikan agar RSUD ditutup sementara paling tidak selama satu minggu dengan catatan pihak RS segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait utamanya BPJS kesehatan, agar pasien rujukan peserta BPJS dapat di alihkan ke RS lain untuk sementara sambil menunggu perkembangan di RSUD Mamuju, ia juga berharap agar puskesmas dapat di optimalkan semaksimal mungkin sehingga masyarakat dapat tetap menerima layanan kesehatan.

Suaib menambahkan langkah penutupan total RSUD Mamuju terpaksa dilakukan demi menghindari terus meningkatnya serangan covid-19 di RSUD Mamuju.

Juru bicara Satgas Covid-19 Mamuju Andi Rasmuddin mengaku, telah berkomunikasi dengan direktur RSUD Mamuju dr.Titin untuk memastikan kondisi tersebut, hasilnya di benarkan 75 orang tenaga medis RSUD Mamuju dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, dengan rincian Dokter 7 orang, Perawat 33 orang, Bidan 5 orang, Poli 1 orang, Manajemen 15 orang, Radiologi 1 orang, RM 4 oran, Farmasi 4 orang, Fisioterapi 1 orang, Gizi 1 orang, UTD 1 orang, CSSD 1 orang, CS 1 orang.

Angka ini dari hasil pemeriksaan Terhadap lebih dari dua ratus tenaga medis di RSUD Mamuju, angka ini bisa saja bertambah karena masih terdapat sekitar dua ratus tenaga medis di RSUD Mamuju yang belum dilakukan pemeriksaan intensif

Antisipasi Corona, RSUD Mamuju Berjaga-jaga, Semua OPD Buat SOP

Meski belum terdapat laporan adanya indikasi kasus virus corona,namun Pemerintah daerah Kabupaten Mamuju lebih memilih mengambil langkah antisipasi.

Usai menerima instruksi sekaligus surat edaran dari Bupati Mamuju, seluruh OPD langsung bergerak menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sekaitan tugas masing-masing, dan yang langkah yang paling sederhana telah diperlihatkan dengan SOP penyiapan cairan anti septik dan sarana cuci tangan di semua kantor pemerintah,

sehingga tiap kunjungan masyarakat ataupun aktifitas pegawai tetap dilakukan langkah sterilisasi.

Bupati Mamuju H.Habsi Wahid yang memantau tiap langkah bawahannya baik secara langsung maupun melalui group WA, terus menghimbau agar semua unit pelayanan menyiapkan sarana cuci tangan dan cairan anti septik meskipun dengan peralatan sederhana, hasilnya semua OPD terlihat telah bersama-sama melakukan hal tersebut, dengan langkah kecil itu diharapkan dapat meminimalisir potensi penyebaran virus covid-19.

B9C27E99-BACB-40D4-B3F3-461093867DBD

Disisi lain, RSUD Mamuju dipastikan pula telah mengambil langkah-langkah taktis untuk berjaga-jaga terhadap adanya pasien yang nantinya memiliki gejala serupa corona dengan menyiapkan ruang khusus isolasi transit.

Terkonfirmasi (Selasa, 17 Maret 2020) kepala RSUD Mamuju dr.Titin mengaku telah menyiapkan SOP khusus bagi pasien yang memiki gejala mirip terinveksi virus corona utamanya yang memiki riwayat perjalanan dari luar negeri atau luar daerah yang telah terpapar virus Covid-19, selanjutnya pasien yang sebelumnya dalam status orang dalam pemantauan (ODP) jika gejalanya terus meningkat maka statusnya akan naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kondisi inilah pasien tersebut harus segera di rujuk ke Rumah Sakit Rujukan.

Meski mengakui ruang transit isolasi masih minim peralatan, namun pihak RSUD Mamuju telah membuat profosal yang ditujukan kepada Bupati untuk sesegera mungkin dapat mengalokasikan pembelian Alat medis habis pakai (AMHP) dan alat kesehatan pelindung diri serta alat teknis kesehatan lain seperti alat termal scan (pengukur suhu tubuh) sehingga ruang yang memuat tiga bangsal tersebut dapat benar-benar dimaksimalkan.

” Tadi pak Bupati sempat datang kesini (RSUD,red) dan sempat menanyakan soal profosal itu, dan kami sudah masukkan, terang” dr.Titin.

Menutup penjelasannya ia justru berharap agar ruang isolasi tersebut tidak perlu digunakan yang berarti masyarakat Mamuju tidak ada yang terpapar virus corona